Kelas 4a s1 keperawatan stikesmi

 

Berikut adalah masala system informasi managemen yang ada di rumah sakit (simrs);

  1. Data.

Meskipun pendataan di RS telah bersifat digital akan tetapi terdapat beberapa kendala untuk melakukan migrasi data dasar sebagai penunjang SIRS. Data transaksi/proses bisnis RS tidak terpusat, tetapi tersebar di banyak divisi.. Perbedaan format dan media penyimpanan data juga menghambat proses integrasi. Karena teknologi untuk melakukan konversi data spesifik secara massal tidak tersedia, sebagian proses migrasi data dilakukan secara manual. Konektivitas antarsistem yang sudah ada dengan SIRS harus dijamin untuk menjaga integritas data.

  1. Teknologi.

Infrastruktur jaringan dan komputer yang belum terpasang secara merata di seluruh bagian RS, merupakan masalah yang ditemui pada tahapan pra-implementasi SIRS. Faktor teknologi lainnya yaitu kesiapan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) baik dari sisi server dan komputer terminal (client). Masalah ini mengharuskan proses baru, yakni pengadaan barang yang melibatkan pihak manajemen sebagai pengambil keputusan.

  1. Kognisi personel.

Paradigma berpikir dari personel RS adalah melayani pasien dan kegiatan administratif telah terbiasa dengan penggunaan media fisik yaitu menggunakan kertas/buku. Resistensi yang muncul pada implementasi SIRS disebabkan oleh enggannya banyak pegawai RS dalam mengubah cara kerjanya dari proses manual ke pemanfaatan teknologi, menggunakan SIRS. Domain kognisi personel ini sangat berkaitan erat dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak manajemen khususnya kebijakan penghargaan (reward and punishment).

  1. Kapabilitas personel.

Model jam kerja di RS, baik di RS pemerintah maupun swasta, terdiri atas dua kategori besar: manajemen administratif dan pelayanan. Kategori pertama meliputi pegawai yang memiliki jam kerja tetap, sedangkan kategori kedua terdiri dari petugas medis yang memiliki jam kerja bergiliran (shift), yang terbagi atas tiga giliran tiap harinya. Kendala dalam proses pelatihan yakni terbatasnya waktu yang ada baik bagi personel manajemen administratif maupun personel pelayanan. Hal ini mengakibatkan proses pelatihan perlu dilakukan berulang-ulang sampai dirasa pegawai telah memahami penggunaan SIRS dengan baik. Masalah lainnya adalah minimnya keterampilan teknologi informasi yang dimiliki oleh personel calon pengguna SIRS. Hal ini terlihat secara jelas pada proses pelatihan dan pendampingan penggunaan sistem.

  1. Manajemen.

Masalah yang terdapat pada sisi manajemen RS sangat kompleks. Meyakinkan pihak manajemen sebagai pengambil keputusan membutuhkan usaha yang  cukup besar. Manajemen tidak selalu ‘satu kata’ dalam setiap keputusan. Tidak semua manajemen juga mau mendelegasikan pekerjaan, seperti terkait dengan pemilihan administrator dan operator yang akan melakukan aktivitas rutin di SIRS. Masalah semakin rumit ketika personel RS tidak siap menerima delegasi. Selain itu, di beberapa RS, manajemen tidak melakukan proses sosialisasi SIRS dan mobilisasi personel untuk mendukung penggunaan SIRS secara memadai. Tidak adanya kebijakan penghargaan (reward and punishment) membuat para personel RS menganggap ‘enteng’ penggunaan SIRS Penelitian juga menemukan bahwa dari lima RS, hanya satu (SR) yang melakukan evaluasi SIRS.

Adapun solusi yang dapat dilkukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain;

  1. Diperlukan format baku pada penginputan data untuk mempermudah penginputan serta menjaga integritas data.
  2. Perlu adanya pemaksimalan dalam pengadaan sarana dan prasarana
  3. Perlu adanya sosialisasi dan pelatihn SIMRS yang lebih maksimal
  4. Perlu pengawasan, evaluasi dan dukungan dalam pengggunaan simrs terhhadap semua personel atau pegawai terkait
  5. Perlu perekrutan pegawai yang dikhususkan untuk mengelola simrs ini, untuk memudahkan petugas atau

    pegawai kesehatan agar kerjanya lebih maksimal

 

Hari Setiaji, F.W. (2015). Masalah Implementasi Sistem Informasi Rumah Sakit: Pelajaran dari Beberapa Proyek. SNIMed VI, p. 97.